Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama, Hj Ifa Faizah: Pendidikan Ma’arif NU Jalan Strategis Tebarkan Islam Rahmatan Lil Alamin

Bagikan artikel ini:
Puncak peringatan Harlah ke-100 NU di Istora Senayan, Jakarta

AL-MUHAJIRIN- Ketua LP Ma’arif NU PWNU Jawa Barat, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd, menyampaikan bahwa Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama merupakan momentum bersejarah untuk memperkuat kembali khidmat NU dalam menjaga agama, bangsa, dan peradaban.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri puncak peringatan Harlah ke-100 NU di Istora Senayan, Jakarta, bersama jajaran pengurus PBNU, badan otonom, serta keluarga besar NU dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga:  Ponpes Al-Muhajirin Purwakarta Mengucapkan Selamat Memperingati Harlah ke-100 Tahun Nahdlatul Ulama

Menurut Ketua Yayasan Al-Muhajirin Purwakarta ini, satu abad perjalanan NU adalah bukti nyata konsistensi jam’iyah dalam merawat ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah sekaligus menjaga komitmen kebangsaan.

NU, kata beliau, tidak hanya hadir sebagai organisasi keagamaan, tetapi juga sebagai penyangga keutuhan sosial dan moral bangsa.

Hj Ifa Faizah menekankan bahwa LP Ma’arif NU memegang peran strategis dalam menyongsong abad kedua NU melalui penguatan pendidikan.

Baca Juga:  Menggali Adab Guru Terhadap Diri Sendiri: Kajian Kitab Adab al-‘Alim wa al-Muta‘allim di Al-Muhajirin 3 bersama Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, MA

Dengan semangat “Ma’arif NU Maju, Aswaja NU Jaya”, lembaga pendidikan Ma’arif diharapkan terus melahirkan generasi yang unggul secara intelektual, kokoh secara spiritual, dan matang dalam nilai kebangsaan.

“Pendidikan Ma’arif NU adalah jalan strategis, dari ruang-ruang kelas dan khidmat di masyarakat itulah nilai Islam rahmatan lil alamin terus disebarkan dan dihidupkan,” ujarnya.

Baca Juga:  Senam Indonesia Hebat Meriahkan Pagi di SD Plus Al-Muhajirin

Puncak peringatan Harlah ke-100 NU berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Ribuan warga NU memadati Istora Senayan sebagai simbol kekuatan jam’iyah yang terus menyatu antara ulama, umara, dan umat, sekaligus menegaskan kesiapan NU melangkah ke abad berikutnya dengan peran yang semakin relevan bagi Indonesia dan dunia. (*)

Bagikan artikel ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *