
ALMUHAJIRIN – Tim Program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) IPB University dari Departemen Arsitektur Lanskap menginisiasi pembangunan healing garden di Pesantren Lansia Al-Muhajirin Kampus 5, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta.
Program tersebut dirancang untuk menghadirkan ruang terbuka yang aman, nyaman, dan ramah lansia sekaligus mendukung kesehatan fisik, ketenangan mental, aktivitas spiritual, serta interaksi sosial para santri.
Sebagai tahap awal, tim Dospulkam IPB University menggelar sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) pada Ahad, 26 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi ruang untuk menggali kebutuhan, aspirasi, serta masukan dari pengelola pesantren dan para pemangku kepentingan sebelum desain kawasan disusun.
Ketua Tim Dospulkam IPB University, Dr. Prita Indah Pratiwi, SP, M.Si., M.Agr., menjelaskan bahwa healing garden berbeda dari taman pada umumnya. Kawasan tersebut dikembangkan sebagai ruang berbasis vegetasi yang mengintegrasikan fungsi terapi, edukasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.
Dengan konsep tersebut, taman tidak hanya menjadi tempat untuk menikmati keindahan alam, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup para santri lansia sekaligus mendukung pengembangan kawasan pesantren.

Program ini membawa tiga inovasi utama. Pertama, perancangan dan pembangunan healing garden melalui pendekatan partisipatif. Prosesnya dimulai dari FGD, penyusunan desain kawasan, pelatihan penanaman dan pemeliharaan tanaman, hingga pengukuran manfaat taman terhadap kesehatan penggunanya.
Kedua, peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Kegiatannya meliputi edukasi pengelolaan sampah, konservasi air, pembuatan lubang biopori, pengomposan, pemanfaatan eco-enzyme, serta pengenalan tanaman yang bermanfaat bagi kesehatan dan kebutuhan sehari-hari.
Ketiga, peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan pengelolaan healing garden, pelayanan kepada pengguna, serta pendampingan dalam proses pemantauan dan evaluasi. Pendekatan ini disiapkan agar pesantren mampu mengelola kawasan secara mandiri dan berkelanjutan setelah program Dospulkam selesai.
FGD dipimpin oleh Sholihin Nafar, SP, M.Si., M.GES., dan dihadiri Camat Kiarapedes, Camat Wanayasa, Danramil, Kapolsek, pimpinan pesantren, para guru, serta jajaran manajemen Pesantren Lansia Al-Muhajirin.

Dalam diskusi tersebut, peserta mengusulkan pembangunan jalur pedestrian yang ramah lansia, tempat duduk untuk beristirahat, vegetasi peneduh, tanaman hortikultura, serta ruang terbuka untuk kegiatan spiritual, terapi, rekreasi, dan interaksi sosial.
Berbagai masukan itu akan menjadi dasar penyusunan desain agar healing garden benar-benar sesuai dengan kondisi kawasan dan kebutuhan para santri lansia.
Pimpinan Pesantren Al-Muhajirin, Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, MA, bersama Ketua Yayasan Al-Muhajirin, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd., menyambut baik program tersebut.
Mereka berharap pembangunan healing garden memberikan manfaat nyata bagi kesehatan fisik, mental, dan spiritual para santri. Program tersebut juga diharapkan menjadi langkah awal pengembangan Al-Muhajirin Kampus 5 sebagai pesantren lansia yang mandiri dan memiliki lingkungan yang sehat.

Melalui program Dospulkam, IPB University tidak hanya menghadirkan inovasi desain lanskap, tetapi juga membangun model pengelolaan kawasan yang menggabungkan aspek kesehatan, lingkungan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
Hasil FGD dan identifikasi kebutuhan pada tahap awal selanjutnya akan digunakan untuk menyusun desain healing garden yang adaptif, mudah diakses, dan berkelanjutan bagi Pesantren Lansia Al-Muhajirin. (*)
