Mufham, Metode Unggulan Kitab Kuning Khas Al-Muhajirin yang Bikin Mudah Paham dan Belajar Jadi Menyenangkan

Bagikan artikel ini:
Ponpes Al-Muhajirin Purwakarta mengadakan pelatihan Kitab Kuning dengan metode Mufham dipandu oleh KH. R. Marpu Muhyiddin Ilyas, M.A

PURWAKARTA- Hari ini Kamis 25 Juli 2024, Yayasan Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta yang kesekiankalinya mengadakan pelatihan Kitab Kuning dengan metode Mufham yang diikuti oleh 25 guru kitab dari berbagai unit Al-Muhajirin. Pelatihan ini dipandu oleh Kh. R. Marpu Muhyiddin Ilyas, M.A, yang juga merupakan penggagas metode Mufham.

Dalam sambutannya, Divisi Kepesantrenan, Ikin Shodikin, M.Hum, menyampaikan pentingnya kitab kuning di lembaga pendidikan, terutama di Al-Muhajirin. “Kitab kuning adalah ruh Al-Muhajirin,” tegasnya. Ia menjelaskan bahwa metode Mufham, yang berarti “mudah dan paham,” bertujuan agar anak-anak mudah memahami kitab kuning. Selain itu, Mufham juga bermakna “yang dipahamkan,” dengan harapan anak-anak tidak hanya paham tetapi juga mampu memahamkan kepada yang lain.

Baca Juga:  Tergabung dalam Kafilah Dinas Pendidikan, Tiga Santri Al-Muhajirin Turut Wakili Purwakarta di Pentas PAI Jabar 2025

Ikin Shodikin juga menyebutkan bahwa metode Mufham berasal dari metode pembelajaran ulama salaf. Sufyan Uyainah berkata, “Tahapan awal ilmu adalah niat, lalu menyimak, faham, hapal, mengamalkan, dan menyebarkan.” Dengan metode ini, diharapkan peserta pelatihan mendapatkan keberkahan ilmu dan bisa mengamalkannya dalam kegiatan pembelajaran untuk para siswa.

Direktur DMP Al-Muhajirin, Dr. H. Cece Nurhikmah, M.Ag, menambahkan bahwa Al-Muhajirin memiliki metode khusus dalam pembelajaran: Tahfidz menggunakan metode Kitabah, Tahsin menggunakan metode Ummi, dan kitab kuning menggunakan metode Mufham. Metode Mufham ini telah berkembang di seluruh Purwakarta bahkan Jawa Barat. Ia berharap para peserta mengikuti pelatihan dengan seksama dan fokus agar dapat menerapkannya kembali kepada anak didik.

Baca Juga:  Refleksi Hari Ini, 16 Januari 2026: Isra Mi’raj dan Shalat sebagai Mi’raj Orang Beriman

Ketua Yayasan Al-Muhajirin sekaligus Ketua LP Ma’arif Jawa Barat, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd, juga memberikan motivasi kepada peserta pelatihan. Ia menekankan pentingnya dan bangga dengan metode sendiri karena kitab kuning adalah ciri khas pesantren NU. Guru-guru yang telah mengikuti pelatihan diharapkan menjadi mentor di unit masing-masing. Bahkan, unit yang menggunakan kitab selain Safinah dan Tijan tetap harus menggunakan metode Mufham.

Baca Juga:  Santri NU Menatap Masa Depan: Penutupan Halaqoh Sains Training Camp UTBK 2025 oleh LP Ma'arif PWNU Jabar bersama LPP Salman ITB

Metode Mufham juga di sosialisasikan di LP Ma’arif Jawa Barat sebagai Metode ke khasan pengajaran kitab kuning di tingkat dasar.

Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Pondok Pesantren Al-Muhajirin khususnya sehingga menghasilkan generasi yang lebih paham dan mampu memahamkan ilmu kitab kuning kepada yang lainnya.

Bagikan artikel ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *