Perayaan Hijrah Rasulullah SAW dan Pembukaan PESBUQ ke-15 di Pondok Pesantren Al-Muhajirin Pusat Purwakarta Berlangsung Khidmat

Bagikan artikel ini:
Pembukaan Pekan Musabaqah Qiroatil Kutub (PESBUQ) ke-15 Ponpes Al-Muhajirin Pusat, Jumat Malam 22 Agustus 2025/ 28 Safar 1447 H

PURWAKARTA– Pondok Pesantren Al-Muhajirin Pusat, Purwakarta, Jawa Barat, menggelar Perayaan Hijrah Rasulullah SAW sekaligus pembukaan Pekan Musabaqah Qiroatil Kutub (PESBUQ) ke-15 pada malam yang penuh khidmat, Jumat Malam 22 Agustus 2025 bertepatan dengan 28 Safar 1447 H.

Acara ini menjadi momen istimewa untuk mengenang perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam hijrah dari Makkah ke Madinah, sekaligus membuka PESBUQ sebagai ajang tahunan yang telah menjadi ciri khas pesantren ini.

Hadir dalam acara tersebut Direktur Al-Muhajirin Kampus Pusat, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muhajirin Pusat, KH. Rd. Marpu Muhidin Ilyas, MA, serta Kepala MTs Al-Muhajirin, Dr. H. Amit Saepul Malik, M.PdI.

Turut hadir para asatidz, asatidzah pengurus pondok dan Organisasi Pelajar Pondok Pesantren Al-Muhajirin (OPPAL) yang bertindak sebagai panitia penyelenggara.

Malam itu dihiasi dengan penampilan hadroh santri yang menghadirkan decak kagum serta lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an, menambah kekhusyukan suasana.

Baca Juga:  Rakerwil IPNU Jabar, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah Dorong Akses Perguruan Tinggi bagi Alumni Pelajar NU

Acara ini tidak hanya menjadi peringatan sejarah, tetapi juga wujud kecintaan kepada Rasulullah SAW dan komitmen untuk melestarikan ilmu melalui kajian kitab kuning.

Dalam mau‘izahnya, KH. Rd. Marpu Muhidin Ilyas, MA, mengisahkan perjalanan hijrah Rasulullah SAW, menempuh perjalanan penuh tantangan dari Makkah ke Madinah.

“Rosul SAW hijrah, keluar dari Mekkah, adalah pada Malam 28 Safar, tahun itu belum ada penanggalan, tahun nubuwwah, 13 tahun setelah kenabian. Malam Jumat, Rosul keluar dari Mekkah menuju Madinah, pada 28 Safar bukan Muharram,” ujarnya.

“Hijrah bersama para sahabat terjadi bergelombang, tidak sekaligus. Hijrah setelah Islam tidak mungkin diprakterkan di Mekkah, kalau dipraktekan ancamannya nyawa. Izin hijrah turun di bulan Muharram, yang pertama hijrah para sahabat, berangkat secara sembunyi sembunyi, kalau terang-terangan ditangkap Quraisy,” terangnya.

KH. Rd. Marpu menaruh harapan besar pada ajang PESBUQ. Semoga dari PESBUQ ke-15 ini lahir generasi terbaik, bahkan Al-Muhajirin bisa menjadi pusat Musabaqah Qiroatil Kutub se-Indonesia dan dunia.

Baca Juga:  Falihah Nailatush Syarifah, Santri Ponpes Al-Muhajirin Pusat Raih Peserta Terbaik 30 Juz di Haflah Tasyakur Ikhtitam Tahfizh 2025

Sementara itu, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd, menyampaikan bahwa acara ini terasa begitu syahdu dan bermakna. “Kegiatan ini begitu sangat bermakna bagi kita semua, terutama para santri Al-Muhajirin. Semoga Allah memuliakan kita dan menjadikan kita syuhada sebagai bukti cinta kepada Baginda Nabi Muhammad SAW,” ungkapnya dengan penuh haru.

Beliau mengungkapkan bahwa peringatan hijrah yang bertepatan dengan 28 Safar mengingatkan kita pada perjuangan Nabi selama 14 hari melintasi padang pasir yang penuh tantangan. “Dalam kegelapan, kedinginan, dan terik panas yang luar biasa, Nabi menapaki perjuangan dengan keyakinan atas janji Allah. Ini menginspirasi kita untuk mengorbankan tenaga, pikiran, harta, dan jiwa demi meraih ridha Allah SWT,” tambahnya.

Dr. Hj. Ifa juga menyoroti keunikan PESBUQ sebagai tradisi khas Al-Muhajirin. “Istilah PESBUQ hanya ada di Al-Muhajirin. Kitab kuning adalah warisan ulama, pewaris para nabi. Dengan mengkaji kitab kuning, kita menelusuri ilmu menuju Kanjeng Nabi Muhammad SAW,” jelasnya. Ia berharap semangat hijrah ini menginspirasi santri untuk meneladani perjuangan Rasulullah dan melestarikan warisan ulama melalui pendalaman ilmu.

Baca Juga:  RA Al-Muhajirin 2 Purwakarta Gembira di Kebun Anas Bin Malik (ABM Farm) Wanayasa

PESBUQ ke-15 ini akan berlangsung selama dua minggu, bertujuan mencari kader-kader terbaik dalam penguasaan kitab kuning. “Dari Al-Muhajirin, insyaAllah akan lahir generasi ulama, pewaris nabi,” ujar Dr. Hj. Ifa penuh harap.

Acara pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd, didampingi KH. Rd. Marpu Muhidin Ilyas, MA, dan Dr. H. Amit Saepul Malik, M.PdI, disaksikan seluruh santri yang hadir.

“Selamat dan semangat untuk kita semua. Mari maknai hijrah kita dari rumah untuk menimba ilmu di pondok sebagai wujud pengorbanan hakiki untuk Allah dan Rasul-Nya,” tutup Dr. Hj. Ifa. (*)

Bagikan artikel ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *