Refleksi Ruhani Sabtu 17 Januari 2026: Koneksi dengan Allah Terjaga, Jalan Menuju Kelapangan Hidup

Bagikan artikel ini:

AL-MUHAJIRIN- Jika sinyal telepon genggam terputus di saat urusan sedang menumpuk, maka kekacauan akan semakin menjadi. Komunikasi terhambat, koordinasi terganggu, dan persoalan terasa berlipat. Demikian pula hubungan manusia dengan Allah SWT. Ketika koneksi ruhani melemah atau bahkan terputus, maka urusan hidup akan terasa semakin berat, sempit, dan melelahkan.

Ketua Yayasan Al-Muhajurin Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd mengatakan, karena itu, lapangkanlah terlebih dahulu hatimu bersama Allah. Hadirkan Allah dalam kesadaran terdalam, sebelum engkau berusaha melapangkan urusan-urusan dunia. Sebab ketika hati telah tersambung dengan Allah, maka Allah-lah yang akan memudahkan segala urusanmu.

Baca Juga:  Ketua Yayasan Al-Muhajirin Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd Lepas Jalan Sehat Warga dalam Rangka HUT ke-80 RI

Jangan hanya sibuk menyelesaikan masalah, namun jauh dari Allah. Sebab keberhasilan tanpa keberkahan hanyalah kemenangan semu. Namun ketika urusan dijalani dalam kedekatan dengan Allah, insyaallah bukan hanya misi yang tercapai, tetapi keberkahan pun akan mengiringinya.

Kelapangan jiwa tidak hadir secara instan. Ia membutuhkan latihan yang terus-menerus. Inilah riyāḍah—proses penempaan diri—dan tajribah, pengalaman ruhani yang berulang, hingga hati menjadi matang, tenang, dan kokoh dalam menghadapi dinamika kehidupan.

Baca Juga:  Dihadiri Ustadz Solmed, Peringatan Isra Mi’raj di Ponpes Al-Muhajirin 3, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah Ajak Perbaiki Salat untuk Bangsa

Selama manusia masih sibuk membicarakan hak-haknya di dunia, ia akan tetap terkungkung dalam batasan-batasan kecil. Namun ketika seseorang mulai berbicara tentang hak Allah sebagai Al-Khāliq dan dirinya sebagai hamba, maka ia akan dibesarkan oleh kebesaran Allah itu sendiri. Hatinya naik, pandangannya luas, dan langkahnya menjadi bermakna.

Dunia ini adalah panggung Allah, bukan panggung kita. Kita hanyalah pemain dalam skenario-Nya. Maka jangan pernah keluar dari ketetapan dan kehendak Allah, sebab ketika manusia memaksakan skenario sendiri, kekacauanlah yang akan terjadi.

Perbaikilah kewajiban kita secara pribadi: kepada Allah, kepada Rasulullah SAW, kepada keluarga, dan kepada amanah-amanah yang dibebankan kepada kita. Sesungguhnya, dengan memperbaiki diri secara personal, kita sedang memperbaiki urusan umat secara luas.

Baca Juga:  Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd. Sambut Hangat Orang Tua Calon Santri SD Plus Al-Muhajirin pada Parent Meeting Observasi Kesiapan Belajar

Segala perubahan besar selalu bermula dari pribadi-pribadi yang saleh.
Dari ‘ibādus shāliḥīn, lahirlah imāmul muttaqīn.
Dari ketekunan, lahirlah ‘ulamā’ul ‘āmilīn.

Kuncinya adalah kesatuan ilmu, dzikir, dan amal.

Maka teruslah melangitkan doa, membersihkan hati, dan menata langkah.
Selamat meroket membuka langit Allah.
Mi’rajkan dirimu menuju Allah SWT. (*)

Bagikan artikel ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *