
AL-MUHAJIRIN — Ketua Yayasan Al-Muhajirin Purwakarta, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd menyampaikan pentingnya gerakan efisiensi. Beliau menyinggung langkah Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta yang menerapkan program efisiensi, yang berdampak pada penghematan anggaran dan operasional.
Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi cerminan bahwa pemerintah tengah berupaya melakukan penataan belanja agar anggaran dapat dialihkan untuk program-program prioritas yang lebih menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Gerakan efisiensi ini harus menjadi pengemut urang (pengingat bagi kita semua), bahwa kita sedang dalam kondisi prihatin. Kita membaca kondisi ekonomi negara yang tidak sedang baik-baik saja. Maka langkah sederhana pun harus kita mulai,” ujarnya dalam silaturahmi menyambut Ramadan 1447 Hijriah, Senin 16 Februari 2026.
Beliau mengajak keluarga besar Al-Muhajirin, termasuk di seluruh unit pendidikan, untuk menerapkan gerakan nyata, seperti sehari tanpa pendingin ruangan (AC) dan membiasakan mematikan lampu serta perangkat listrik yang tidak digunakan. Langkah tersebut, selain bernilai penghematan, juga menjadi pendidikan karakter bagi para siswa agar terbiasa hidup sederhana dan bertanggung jawab.
“Di pesantren, prinsip efisiensi sebenarnya sudah menjadi kebiasaan. Kesederhanaan adalah pilihan hidup kita. Tapi hari ini perlu ditegaskan kembali sebagai gerakan bersama,” ujarny.
Hj. Ifa juga menyoroti besarnya beban listrik di lingkungan pusat yang mencapai kisaran puluhan juta rupiah per bulan. Karena itu, kesadaran kolektif menjadi penting agar pengeluaran operasional dapat ditekan tanpa mengurangi kualitas layanan pendidikan.
Beliau menambahkan, kondisi ekonomi global turut memengaruhi aspek keuangan di berbagai sektor, termasuk lembaga pendidikan. Oleh sebab itu, efisiensi bukan sekadar kebijakan teknis, melainkan sikap hidup dan bagian dari hasil pendidikan Ramadan — bagaimana puasa melatih pengendalian diri, kedisiplinan, dan pola hidup yang lebih hemat.
“Efisiensi pola hidup adalah buah dari puasa kita. Ramadan mendidik kita untuk menahan diri, hidup sederhana, dan memprioritaskan yang lebih maslahat,” ungkapnya.
Gerakan ini diharapkan menjadi komitmen bersama seluruh civitas Al-Muhajirin Purwakarta dalam menjaga sikap hidup sederhana sebagai nilai luhur pesantren yang harus terus dirawat dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. (*)
