Syaikhuna Ungkap Kebahagiaan di Wisuda Khotmil Qur’an MI Al-Muhajirin dan MTs Al-Wathon

Bagikan artikel ini:
Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta, Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, MA, menyampaikan tausiyah dalam Wisuda Khotmil Qur’an, Tahsin Metode Hijroti, serta Tahfidz Juz 30 dan 29 MI Al-Muhajirin dan MTs Al-Wathon di Pondok Pesantren Al-Muhajirin Kampus IV.

AL-MUHAJIRIN — Suasana penuh kehidmatan menyelimuti Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta Kampus IV saat MI Al-Muhajirin dan MTs Al-Wathon menggelar Wisuda Khotmil Qur’an, Tahsin Metode Hijroti, serta Tahfidz Juz 30 dan 29. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam penguatan pendidikan Al-Qur’an di lingkungan Al-Muhajirin, khususnya dalam membentuk generasi yang mampu membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, Selasa 16 Juni 2026.

Acara berlangsung dengan penuh kekhusyukan, dihadiri Ketua Lembaga Tahsin dan Tahfidz Qur’an (LTTQ) Al-Muhajirin, Dr. H. Cece Nurhikmah, M.Ag., beserta jajaran pengurus LTTQ Al-Muhajirin. Hadir pula Direktur Direktorat Al-Muhajirin Kampus 3, Hj. Kiki Zakiah Nuraisyah, S.S.I., M.H., Kepala MI Al-Muhajirin, H. Sobari, S.Ag., M.Pd., para asatid, ustazah, dewan guru, orang tua santri, serta para wisudawan dan wisudawati.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, tawasul, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Syubbanul Wathan, dan Himne Al-Muhajirin. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan prosesi khotmil Qur’an, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, syair Quraniyah, Surah Al-Insyiqaq, serta tilawatil Qur’an.

Para peserta juga menampilkan pembacaan Surah Al-Fatihah beserta doa, nazam gharib Al-Qur’an, dan makharijul huruf Metode Hijroti. Rangkaian kegiatan semakin bermakna dengan sambutan dari Kepala MI Al-Muhajirin, H. Sobari, S.Ag., M.Pd., sambutan Direktur Direktorat Al-Muhajirin Kampus 3, Hj. Kiki Zakiah Nuraisyah, S.S.I., M.H., serta tausiyah Ketua LTTQ Al-Muhajirin, Dr. H. Cece Nurhikmah, M.Ag.

Wisuda Khotmil Qur’an, Tahsin Metode Hijroti, serta Tahfidz Juz 30 dan 29 MI Al-Muhajirin dan MTs Al-Wathon di Pondok Pesantren Al-Muhajirin Kampus IV.
Wisuda Khotmil Qur’an, Tahsin Metode Hijroti, serta Tahfidz Juz 30 dan 29 MI Al-Muhajirin dan MTs Al-Wathon di Pondok Pesantren Al-Muhajirin Kampus IV.

Puncak acara diisi dengan tausiyah Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta, Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, MA.

Baca Juga:  Yuk, Wakaf Pabrik Roti untuk Ribuan Santri Al-Muhajirin

Dalam tausiyahnya, Syaikhuna menyampaikan bahwa Al-Qur’an — sebagaimana disebutkan dalam firman Allah هُدًى لِّلنَّاسِ (hudan linnaas), petunjuk bagi seluruh manusia — menjadi pedoman hidup sekaligus kurikulum utama di Al-Muhajirin.

“Al-Qur’an menjadi pedoman, menjadi hudan. Kami jadikan sebagai kurikulum utama. Sehingga baik SD, SMP, sampai perguruan tinggi, kami utamakan Qur’an,” tutur Syaikhuna.

Menurut Syaikhuna, kemampuan membaca Al-Qur’an dengan benar menjadi perhatian utama dalam pendidikan di Al-Muhajirin. Bahkan, seorang anak harus benar bacaannya sebelum dinyatakan lulus.

“Anak akan dikatakan lulus apabila baca Qur’annya sudah benar. Kalau belum, diulangi sampai benar,” tegasnya.

Syaikhuna juga menekankan pentingnya bacaan Al-Fatihah yang benar. Sebab, Al-Fatihah merupakan bacaan wajib dalam salat. Jika bacaannya keliru, hal itu dapat memengaruhi kesempurnaan ibadah.

“Ada bacaan yang wajib, harus benar. Kalau salah, bisa-bisa tidak sah. Ya itu Al-Fatihah. Al-Fatihah harus benar,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Syaikhuna menyampaikan kebahagiaannya melihat anak-anak MI Al-Muhajirin dan MTs Al-Wathon mampu membaca Al-Qur’an dengan baik. Ia menyebut bacaan para santri menunjukkan adanya bimbingan yang serius dari para guru dan pembina tahsin.

“Saya bisa membedakan mana Al-Qur’an yang terbimbing, mana yang tidak. Dari mulai baca basmalah sampai akhir kelihatan sekali,” ungkapnya.

Selain kemampuan membaca, Syaikhuna juga mendorong para santri untuk menghafal Al-Qur’an, dimulai dari surat-surat pendek. Menurutnya, hafalan surat-surat pendek sangat penting, terutama agar anak-anak kelak dapat menjadi imam salat di lingkungan masing-masing.

Baca Juga:  Menyala! MI Al-Muhajirin Raih Juara Umum POSMAD MI Kabupaten Purwakarta 2025

“Hafal yang wajib, dari أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ (At-Takatsur) hingga قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (An-Nas), supaya bisa jadi imam. Kalau sudah hafal surat-surat pendek, baru yang panjang,” pesannya.

Syaikhuna menambahkan, pendidikan di Al-Muhajirin tidak berhenti pada kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an. Anak-anak juga dibimbing untuk mendirikan salat, mencintai Rasulullah SAW, mengenal seni agar tidak jenuh dalam belajar, serta mampu hidup bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungan.

Dalam hal membimbing anak untuk mendirikan salat, Syaikhuna mengingatkan perintah Allah SWT dalam QS. Thaha ayat 132:

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا

“Dan perintahkanlah keluargamu untuk mendirikan salat dan bersabarlah dalam mengerjakannya.”

“Ajarkan salat, ajarkan Qur’an, ajarkan cinta kepada Nabi, Rasulullah SAW. Supaya tidak jenuh, anak diajar seni. Kemudian bagaimana anak hidup bersosialisasi, berinteraksi, dan bergaul,” jelasnya.

Di hadapan para orang tua santri, Syaikhuna juga menyampaikan empat ciri ahli surga. Pertama, وَجْهٌ مُنْبَسِطٌ — wajhun munbasithun, wajah yang cerah. Kedua, قَلْبٌ رَحِيمٌ — qalbun rahimun, hati yang penuh kasih sayang. Ketiga, لِسَانٌ لَطِيفٌ — lisanun lathifun, lisan yang lembut. Keempat, يَدٌ مُعْطِيَةٌ — yadun mu‘thiyatun, tangan yang dermawan dan senang memberi.

Beliau berpesan agar orang tua terus mendoakan anak-anaknya agar menjadi pribadi yang saleh dan salehah. Syaikhuna mengajak para orang tua untuk senantiasa memanjatkan doa agar dikaruniai keturunan yang saleh, sebagaimana doa para nabi dalam Al-Qur’an:

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

“Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku seorang anak yang termasuk orang-orang saleh.”
(QS. Ash-Shaffat: 100)

Baca Juga:  Badan Wakaf Al-Muhajirin Ajak Umat Ikut Wakaf Produktif Peternakan Ayam Petelur

Syaikhuna juga mengingatkan doa yang termaktub dalam QS. Al-Furqan ayat 74:

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan yang menjadi penyejuk hati kami, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”

Menurutnya, memiliki anak yang saleh merupakan kebahagiaan besar bagi orang tua.

“Pangbahagia-bahagianana hirup manakala urang gaduh putra nu saleh. Bahagianya hidup adalah ketika kita memiliki anak yang saleh,” ucapnya.

Syaikhuna juga menyampaikan beberapa ikhtiar agar orang tua memiliki anak yang saleh. Di antaranya memperbanyak doa, berpuasa, membacakan Al-Fatihah khusus untuk anak, serta melaksanakan tahajud meski dua rakaat.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Syaikhuna. Dalam doanya, para hadirin memohon keselamatan dalam agama, kesehatan jasmani, tambahan ilmu, keberkahan rezeki, taubat sebelum wafat, rahmat saat wafat, serta kebaikan di dunia dan akhirat.

“Selamat kepada para wisudawan dan wisudawati. Mudah-mudahan menjadi ilmu yang manfaat, sing barokah,” pungkas Syaikhuna.

Kegiatan Wisuda Khotmil Qur’an, Tahsin Metode Hijroti, dan Tahfidz Juz 29–30 ini menjadi bukti komitmen Al-Muhajirin dalam membangun generasi Qur’ani sejak usia dini. Melalui pembinaan tahsin dan tahfidz yang berkelanjutan, para santri diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang saleh, berakhlak mulia, mencintai Al-Qur’an, serta mampu menghadirkan manfaat bagi keluarga, masyarakat, agama, bangsa, dan negara. (*)

Bagikan artikel ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *