
AL-MUHAJIRIN- Suara merdu para santri SMP MTS Al-Muhajirin Pusat Purwakarta berhasil memikat juri dan menyabet gelar Juara I di Lomba Paduan Suara Mars LP Ma’arif NU & Mars Pandu Ma’arif NU.
Penghargaan bergengsi ini diserahkan pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2026 Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU) dan Sako Pramuka Pandu Ma’arif NU, yang digelar di Hotel Orchadz Industri, Jakarta, mulai 30 Januari hingga 1 Februari.
Dengan tema “Menjaga Amanah, Meneguhkan Khidmah”, acara ini jadi panggung sempurna untuk merayakan bakat muda NU.
Bayangkan; para santri ini, dengan harmoni dan intonasi presisi, menyanyikan mars resmi Ma’arif NU dalam video pendek 3-5 menit.
Ya, kemenangan ini tak lepas dari pemenuhan kriteria penilaian yang ketat, di mana juri menilai aspek olah vokal seperti artikulasi dan resonansi, harmoni serta blend suara kelompok, kekompakan dalam dinamika dan phrasing, hingga ekspresi yang menunjukkan interpretasi mendalam terhadap lirik mars, menjadi kunci keunggulan sekaligus membuktikan persiapan matang para santri di bawah bimbingan gurunya.
Hasilnya? Hadiah utama, plus trofi emas dan plakat kehormatan.
Penghargaan diterima oleh guru pembimbing, Santa Viola S.Pd, yang tak bisa menyembunyikan senyum bangga saat memegang trofi itu.
“Alhamdulillah, capaian ini adalah buah dari proses panjang, disiplin latihan, dan kebersamaan para santri yang bernyanyi dengan suara, hati dan semangat khidmah kepada Nahdlatul Ulama. Kami bersyukur dan bangga, semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berkarya, dan berprestasi,” ujarnya.
Ketua Yayasan Al-Muhajirin Purwakarta, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd, tak kalah antusias. Menurutnya, keberhasilan para santri menorehkan prestasi di tingkat nasional merupakan buah dari proses pendidikan yang dijalankan secara sungguh-sungguh, berkesinambungan, dan berlandaskan nilai-nilai Ahlusunnah wal jamaah. Prestasi tersebut dinilai tidak hanya menunjukkan kemampuan teknis dan musikalitas, tetapi juga mencerminkan disiplin, kekompakan, serta semangat khidmah yang telah ditanamkan sejak dini.
“Ini adalah hasil dari pembinaan yang terarah, kerja sama yang baik antara santri dan pembimbing, serta dukungan seluruh elemen lembaga,” ujarnya.
Hj. Ifa berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh santri Al-Muhajirin untuk terus mengembangkan potensi diri dan berprestasi di berbagai bidang, sekaligus mengharumkan nama lembaga dan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU di tingkat yang lebih luas.
Sementara itu, Kepala SMP MTs Al-Muhajirin Pusat Purwakarta, Dr. H. Amit Saepul Malik, M.Pdi, mengaku bersyukur atas prestasi yang diraih para santri. Beliau menilai kemenangan tersebut merupakan hasil kerja keras, kekompakan tim, serta kesungguhan para santri dalam menjalani setiap proses latihan.
Menurutnya, capaian Juara I di tingkat nasional ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar SMP MTs Al-Muhajirin, sekaligus menunjukkan bahwa santri mampu tampil percaya diri dan memberikan yang terbaik di ajang nasional.
“Semoga prestasi ini menjadi pemicu semangat bagi para santri untuk terus berlatih, berkarya, dan berprestasi,” ujarnya.
Kompetisi Inovasi Ma’arif (KIM) 2025, yang jadi wadah lomba ini, memang luar biasa. Ada lomba Olimpiade Matematika, Olimpiade Sains, Inovasi Pembelajaran Digital, Profil Sekolah/Madrasah Sehat, AI Video Tradisi Aswaja dan NU, serta Paduan Suara Mars. Kompetisi ini menarik ribuan peserta dari seluruh Indonesia setiap tahunnya.
Rakornas 2026 sendiri dihadiri ratusan tokoh NU, guru, dan pramuka, dengan diskusi seru soal kurikulum digital dan penguatan nilai kebangsaan.
Bagi Al-Muhajirin Purwakarta, ini bukan prestasi pertama. Namun kemenangan kali ini jadi pemicu semangat baru. (*)
