
AL-MUHAJIRIN — Alhamdulillah, kabar membahagiakan kembali hadir dari Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta Kampus Pusat. Jumlah santri yang berhasil menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an terus bertambah.
Kali ini, dua santriwati—Salwa Aura Putri (XI MIPA Pro) dan Ri’ayah Hilmyaty ‘Adilah (XII MIPA Pro)—resmi menyelesaikan hafalan 30 juz. Capaian ini tentu bukan proses singkat. Ia lahir dari kedisiplinan muroja’ah setiap hari, setoran hafalan yang terjadwal, serta pendampingan intensif dari para asatidz.
Di Kampus Pusat, tahfidz bukan sekadar program tambahan. Ia menjadi bagian penting dari sistem pembinaan. Karena itu, setiap santri kelas XII SMA dan MA wajib mengikuti Karantina Tahfidz sebagai tahap pemantapan sebelum kelulusan.
Standar kelulusan pun jelas dan terukur; Siswa SMA wajib hafal minimal 2 juz. Siswa MA wajib hafal 5 juz plus Ayat-Ayat Ahkam. Adapun santri Takhossus Tahfidz ditargetkan menuntaskan 30 juz.
Jika hafalan belum benar-benar kuat dan teruji, maka kelulusan belum dapat dinyatakan. Di Al-Muhajirin, ijazah bukan hanya tanda tamat belajar, tetapi juga bukti kesungguhan menjaga Kalamullah.
Bertambahnya para hafidz dan hafidzah ini menjadi motivasi bagi santri lainnya untuk terus meningkatkan capaian hafalan.
Semoga Allah menjaga hafalan mereka dan menjadikan Al-Qur’an sebagai cahaya dalam setiap langkah kehidupan. Aamiin… Selamat! (*)
