
AL-MUHAJIRIN— Suasana hangat penuh kekeluargaan menyelimuti Masjid At-Tazkiyah SD Plus Al-Muhajirin, Senin (30/3/2026), saat keluarga besar Direktorat Al-Muhajirin Pusat menggelar kegiatan Halal Bihalal. Momen ini menjadi ruang bermuwajahah dan bermujalasah, mempererat silaturahmi sekaligus menyatukan kembali langkah perjuangan pasca Ramadan.
Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Yayasan Al-Muhajirin Purwakarta sekaligus Direktur Pusat, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muhajirin Pusat KH. Rd. Marpu Muhidin Ilyas, MA, jajaran pengurus yayasan, para kepala sekolah, guru, dosen, asatid, ustazah, hingga seluruh pegawai di lingkungan Direktorat Pusat.
Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan lantunan sholawat, menghadirkan nuansa religius yang khidmat. Dalam sambutannya, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah mengajak seluruh elemen Al-Muhajirin untuk menjadikan Ramadan sebagai titik awal pembaruan semangat dan niat dalam berkhidmat.
“Minal aidzin wal faizin, taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal ya karim. Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah kita,” ujarnya.
Beliau juga mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin, Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, MA beserta Ibu Dra. Hj. Euis Marfuah, MA agar senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan. Menurutnya, bimbingan para masyayikh menjadi sumber kekuatan dalam menjalankan amanah besar di Al-Muhajirin.

Dalam suasana haru, ia menegaskan bahwa kebersamaan hari ini bukan sekadar pertemuan, melainkan bentuk kesatuan langkah dalam mewujudkan cita-cita besar pesantren. “Saya yakin beliau (Syaikhuna) akan bahagia melihat kita semua berkumpul, menyatukan pikiran, langkah, dan harokah dalam mewujudkan amanah Al-Muhajirin,” ungkapnya.
Acara ini juga menjadi ajang menyapa seluruh unit yang berada di bawah naungan Al-Muhajirin Pusat, mulai dari daycare, playgroup, TK, SD Plus, RTM, SMP/MTs, SMA/MA, STAI Al-Muhajirin, hingga unit perekonomian serta bagian sarana prasarana dan kebersihan.
Dalam refleksi yang disampaikan, Dr. Hj. Ifa menggambarkan Al-Muhajirin sebagai sebuah “perahu besar” yang menampung seluruh potensi dan dedikasi para pengabdi. “Inilah perahu kita. Wadah yang menyatukan tenaga, pikiran, dan usaha kita untuk menuju ridha Allah SWT melalui Al-Muhajirin yang kita cintai,” tuturnya.
Beliau mengenang sosok almarhum Mas Suprapto, yang menjadi teladan dalam pengabdian. Sosok sederhana yang hidupnya diabdikan sepenuhnya untuk Al-Muhajirin, dari menjaga kebersihan hingga keamanan lingkungan pesantren. Kisah ini menjadi pengingat bahwa setiap peran, sekecil apa pun, memiliki nilai besar di sisi Allah.
Tak terkecuali bagi para pegawai di bidang pendukung seperti laundry. Dalam ungkapan yang menyentuh, beliau menyampaikan bahwa pakaian yang dicuci oleh para pegawai menjadi bagian dari amal para santri dalam beribadah. “Selama pakaian itu digunakan untuk tahajud, mengaji, dan menuntut ilmu, maka insyaallah menjadi pahala yang terus mengalir,” ujarnya.
Momentum Halal Bihalal ini juga dimaknai sebagai ajang saling memaafkan. Hj Ifa berharap seluruh kekhilafan yang mungkin terjadi selama ini dapat terlebur, sehingga tidak menjadi penghalang keberkahan amal. “Jangan sampai amaliah Ramadan tertunda karena urusan sesama manusia,” pesannya.
Lebih jauh, Direktorat Pusat juga menegaskan komitmennya untuk terus melakukan penataan dan penguatan sistem di lingkungan kampus pusat. Seluruh potensi yang dimiliki diharapkan dapat disinergikan menjadi kekuatan besar dalam mewujudkan “Kampus Pusat, Pusatnya Keunggulan.”
Visi tersebut bertumpu pada tiga prinsip utama yang menjadi kekhasan Al-Muhajirin Pusat, yakni tafaqquh fid din, tazkiyatun nafs, dan ad-da’wah ilallah. Ketiga aspek ini diharapkan terintegrasi dalam seluruh program, baik di perguruan tinggi, pesantren, maupun unit pendidikan lainnya.
Di penghujung acara, kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muhajirin Pusat, KH. Rd. Marpu Muhidin Ilyas, MA, yang memberikan penguatan ruhiyah sekaligus nasihat tentang makna dan esensi halal bihalal sebagai momentum saling memaafkan dan membersihkan hati.
Setelah itu, seluruh peserta mengikuti sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan kekompakan keluarga besar Direktorat Al-Muhajirin Pusat. Suasana semakin hangat saat seluruh hadirin saling bersalaman dan bermaafan, meneguhkan kembali ikatan silaturahmi dalam semangat kebersamaan pasca Ramadan. (*)
