Suasana Haru dan Syukur Warnai Khutbatul Ikhtitam Santri Kelas XII SMA MA Al-Muhajirin Pusat 2026

Bagikan artikel ini:
Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin, Prof. Dr. KH Abun Bunyamin, MA

AL-MUHAJIRIN- SMA MA Al-Muhajirin Pusat Purwakarta menggelar Khutbatul Ikhtitam Santri Kelas XII Tahun Pelajaran 2025/2026 dengan penuh khidmat dan haru, Sabtu (16/5/2026), di Lapangan Al-Muchtar Pondok Pesantren Al-Muhajirin Pusat, Jalan Veteran, Purwakarta.

Kegiatan yang mengusung tema “Saatnya Warnai Duniamu dengan Spirit Integrasi Ilmu” tersebut menjadi momentum pelepasan sekaligus doa bersama bagi para santri yang telah menuntaskan masa pendidikan mereka di lingkungan pesantren.

Hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin, Prof. Dr. KH Abun Bunyamin, MA bersama Ibu Dra. Hj. Euis Marpuah, MA, Ketua Yayasan Al-Muhajirin Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd, Kepala SMA MA Al-Muhajirin Pusat sekaligus Pengasuh Ponpes Al-Muhajirin Pusat KH. Rd. Marpu Muhidin Ilyas, MA jajaran guru, pengasuh, serta para wali santri.

Suasana penuh haru dan syukur menyelimuti acara. Para orang tua santri duduk berjejer menyaksikan anak-anak mereka yang telah menuntaskan perjalanan panjang pendidikan di pesantren. Tangis haru tampak pecah di berbagai sudut acara, ketika sebagian santri, orang tua, hingga guru tak mampu membendung air mata saat prosesi berlangsung.

Dalam tausiyahnya, Prof. Dr. KH Abun Bunyamin, MA menyampaikan bahwa tugas utama seorang santri adalah menjaga ilmu, akhlak, dan kedekatan dengan Al-Qur’an. Menurutnya, keberhasilan pendidikan di pesantren bukan hanya diukur dari kemampuan akademik, tetapi juga dari kualitas ibadah, akhlak, serta kebermanfaatan ilmu di tengah masyarakat. Beliau pun mengingatkan para santri agar tidak pernah berhenti belajar dan tetap menjaga hubungan dengan para guru.

Syaikhuna juga berpesan agar para santri terus menjadi generasi yang berilmu, tawadhu, dan cinta terhadap agama serta bangsa. Dengan penuh harap, beliau mendoakan para lulusan agar kelak menjadi ulama, sarjana, maupun pengusaha yang bermanfaat bagi umat.

Baca Juga:  Tokoh Pendidik Penggiat Literasi Al-Muhajirin Purwakarta Raih Anugerah Parasamya Susastra Nugraha Indonesia 2025

“Mudah-mudahan ilmunya manfaat, ilmunya berkah, dan kalian menjadi generasi yang saleh serta membanggakan agama, bangsa, dan orang tua,” tuturnya.

Ketua Yayasan Al-Muhajirin, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd,

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Al-Muhajirin, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya haflah ikhtitam sebagai bagian dari ungkapan syukur kepada Allah SWT atas perjalanan pendidikan yang telah dilalui para santri.

Beliau mengungkapkan, perjalanan pendidikan di pesantren bukanlah proses yang mudah. Banyak santri yang dahulu menangis saat pertama kali ditinggal orang tua di pesantren, namun kini mampu berdiri sebagai pribadi yang lebih matang dan siap menghadapi masa depan.

“Dulu mungkin ada yang menangis di lapangan, tidak mau ditinggal orang tuanya. Tapi hari ini kita menyaksikan semuanya mampu melewati proses itu. Ini semua adalah kebesaran Allah SWT,” ujarnya dengan suara bergetar dan mata yang mulai berkaca-kaca menahan haru.

Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di Al-Muhajirin. Menurutnya, perjuangan orang tua tidak kalah besar dibanding perjuangan para santri.

“Semua ini tidak akan terwujud tanpa dukungan dan perjuangan para orang tua yang bersama-sama memiliki cita-cita melahirkan generasi yang saleh, cerdas, terampil, dan mandiri,” katanya.

Dalam pesannya kepada para wisudawan dan wisudawati, Hj. Ifa menyampaikan pentingnya memegang teguh nilai-nilai yang diajarkan di Al-Muhajirin, yakni berpikir dinamis, berakhlak salaf, dan berakidah Ahlussunnah wal Jamaah.

Menurutnya, santri Al-Muhajirin harus mampu menjaga tradisi keilmuan ulama sekaligus mampu menjawab tantangan zaman modern.

“Dari benih yang ditanam di Al-Muhajirin ini, kalian akan tumbuh menjadi pohon yang tinggi, rindang, dan memberikan kemaslahatan untuk umat dan bangsa,” tuturnya.

Beliau juga menyampaikan pentingnya menjaga hubungan dengan para guru dan ulama sebagai bagian dari tradisi keilmuan Nahdlatul Ulama.

Baca Juga:  Prof. DR. KH. Abun Bunyamin, M.A, Sampaikan 6 Hal Penting di Pembukaan KPU STAI Al Muhajirin

“Guru lebih utama daripada ilmu itu sendiri. Tetaplah mengikuti dan menghormati guru-guru kalian, karena merekalah yang akan membimbing perjalanan hidup kita,” ucapnya.

Kepala SMA MA Al-Muhajirin Pusat sekaligus Pengasuh Ponpes Al-Muhajirin Pusat KH. Rd. Marpu Muhidin Ilyas, MA

Dalam sambutannya, KH. Rd. Marpu Muhidin Ilyas menyampaikan bahwa Khutbatul Ikhtitam bukanlah akhir dari perjalanan para santri, melainkan bagian dari proses panjang untuk terus menyempurnakan diri dan menuntut ilmu. Menurutnya, para santri tidak boleh merasa selesai hanya karena telah menamatkan pendidikan selama tiga atau enam tahun di pesantren. “Ikhtitam bukan berarti berhenti, tetapi bagaimana kita terus melanjutkan perjalanan untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.

Beliau juga menekankan pentingnya spirit integrasi ilmu sebagaimana tema yang diusung dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, apapun bidang ilmu dan profesi yang dipilih para santri ke depan, semuanya harus memiliki orientasi akhirat dan membawa manfaat bagi umat. Beliau menegaskan bahwa ukuran kesuksesan bukan semata gelar atau tempat kuliah, melainkan sejauh mana seseorang mampu menghadirkan manfaat di tengah masyarakat.

Dengan penuh haru, KH. Rd. Marpu Muhidin Ilyas juga mengungkapkan rasa bangga dan terima kasih kepada para santri yang telah menjadi bagian dari perjalanan SMA MA Al-Muhajirin Pusat. Beliau berharap seluruh lulusan mampu menjadi generasi yang membawa keberkahan ilmu, menjaga adab kepada guru, serta terus melanjutkan perjuangan menebar kebaikan di mana pun berada. “Pergilah melanjutkan perjalanan kalian, dan percayalah kalian akan menemukan banyak guru dan pengalaman baru yang akan membimbing kehidupan kalian,” tuturnya.

Penyerahan sertifikat tahfiz Al-Qur’an dan sertifikat guru Al-Qur’an menjadi salah satu momen penuh haru dalam rangkaian Khutbatul Ikhtitam Santri Kelas XII SMA MA Al-Muhajirin Pusat Purwakarta Tahun 2026.

Satu per satu santri maju ke atas panggung dengan wajah penuh kebanggaan untuk menerima penghargaan atas perjuangan mereka selama menempuh pendidikan dan pembinaan Al-Qur’an di pesantren. Suasana haru semakin terasa ketika para wali santri sibuk mengabadikan momen tersebut, sementara senyum, air mata, dan rasa syukur bercampur menjadi satu di sepanjang prosesi berlangsung.

Baca Juga:  Halal Bihalal Al-Muhajirin Pusat, Kepala Asrama Putra Ajak Santri Sempurnakan Niat dan Semangat Menuntut Ilmu

Sertifikat tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas capaian hafalan Al-Qur’an sekaligus penguatan kompetensi santri dalam bidang pembelajaran Al-Qur’an sebagai bekal pengabdian di tengah masyarakat.

Prosesi penyerahan sertifikat dan pengalungan medali dilakukan langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muhajirin Pusat KH. Rd. Marpu Muhidin Ilyas.

Berbagai penghargaan lainnya diberikan kepada para santri sebagai bentuk apresiasi atas prestasi akademik, keagamaan, dan karya intelektual selama menempuh pendidikan di SMA MA Al-Muhajirin Pusat.

Penghargaan tersebut di antaranya sertifikat tahfiz Al-Qur’an untuk hafalan 2 juz, 5 juz, hingga 30 juz, sertifikat guru Al-Qur’an, santri hafiz 30 juz putra dan putri, kelompok Project Diaku terbaik, terbaik tarjamah kitab Mutammimah Al-Jurumiyah, terbaik taklif Hadis Arbain, terbaik istinbat hadis, hingga penulis esai terbaik.

Selain itu, diberikan pula penghargaan bagi santri terbaik jurusan yang meliputi jurusan MIPA, IPS, dan MAK, serta penghargaan lulusan terbaik putra dan putri SMA MA Al-Muhajirin Pusat Tahun 2026. Suasana semakin meriah dengan launching buku karya santri, pembacaan ikrar alumni Al-Muhajirin, serta penampilan persembahan lagu dan video kenangan dari santri kelas XII.

Para penerima penghargaan naik ke atas panggung utama bersama orang tua mereka untuk menerima apresiasi langsung dari pimpinan pesantren dalam suasana penuh haru dan kebanggaan.

Kegiatan Khutbatul Ikhtitam diakhiri dengan doa bersama untuk keberkahan ilmu serta masa depan para santri agar mampu menjadi generasi yang membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan dunia. (*)

Bagikan artikel ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *