Dari Wakaf Anda, Lahir Ulama: Ardi Kini Belajar di Al-Azhar Kairo Mesir, Mari Berwakaf di Badan Wakaf Al-Muhajirin

Bagikan artikel ini:

ALMUHAJIRIN — Langkah itu bermula dari niat sederhana: ingin belajar, ingin memahami agama lebih dalam. Namun jalan menuju cita-cita seringkali tidak mudah, terutama ketika terbentur biaya. Di titik itulah, wakaf hadir sebagai jembatan—menghubungkan harapan dengan kenyataan.

Adalah Ardi Rizki Mepijar, salah satu penerima Beasiswa Kader Ulama dari Badan Wakaf Al-Muhajirin Purwakarta, yang kini tengah menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Sebuah kampus yang sejak berabad-abad lalu menjadi pusat lahirnya ulama-ulama besar dunia Islam.

Di tengah kesibukan belajar di negeri para ulama, Ardi tidak pernah lupa pada satu hal: ada tangan-tangan kebaikan yang mengantarkannya sampai di sana.

Baca Juga:  Santri SD Plus 3 Al Muhajirin Purwakarta Arsya Khayla Raih Prestasi Membanggakan di Kejuaraan Purwasuka Open Archery Tingkat Jawa Barat

“Saya sangat berterima kasih sebesar-besarnya kepada para wakif yang telah berwakaf di Badan Wakaf Al-Muhajirin. Dengan adanya program beasiswa kader ulama ini, saya sangat terbantu. Saya bisa fokus belajar tanpa harus memikirkan biaya,” tuturnya.

Bagi Ardi, wakaf bukan sekadar bantuan. Ia adalah bahan bakar yang menjaga nyala semangatnya tetap hidup. Ia adalah doa yang menjelma kesempatan.

Kalimat sederhana itu menjadi nyata:
“Jika ilmu menjadi cahaya, maka wakaflah yang menyalakannya.”

Program Beasiswa Kader Ulama yang digagas Badan Wakaf Al-Muhajirin bukan hanya tentang membantu satu atau dua orang pelajar. Lebih dari itu, ia adalah investasi jangka panjang untuk umat—menyiapkan generasi ulama yang kelak akan kembali, membimbing masyarakat, menguatkan dakwah keislaman, dan menjadi penerang di tengah zaman.

Baca Juga:  Gebyar Milad & Haul Al-Muhajirin ke-32: Ribuan Santri dan Masyarakat Meriahkan Senam Sehat dan Gerakan Cinta Lingkungan

Setiap rupiah yang diwakafkan, tidak berhenti pada angka. Ia menjelma buku yang dibaca, pelajaran yang dipahami, hingga ilmu yang kelak diajarkan kembali. Mengalir, tanpa henti.

Dalam perspektif Islam, wakaf dikenal sebagai amal jariyah—amal yang pahalanya terus mengalir meski waktu berlalu. Dan melalui program ini, pahala itu menemukan jalannya: dari Purwakarta, menuju Kairo, lalu kembali lagi untuk umat.

Baca Juga:  Alhamdulillah, Santri Al-Muhajirin Borong Prestasi di Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-39 Tingkat Kabupaten Purwakarta

Kini, ajakan itu kembali disampaikan—tidak dengan paksaan, tetapi dengan harapan.

Karena sejatinya, tidak perlu menunggu kaya untuk mulai berbagi. Wakaf bisa dimulai dari apa yang kita mampu hari ini.

Mari ambil bagian dalam menyalakan cahaya itu.
Dukung Program Beasiswa Kader Ulama bersama Badan Wakaf Al-Muhajirin.

Salurkan wakaf terbaik Anda melalui:
Bank BSI: 7324910047
a.n. Badan Wakaf Al-Muhajirin

Mari lanjutkan semangat kebaikan ini.
Insyaallah dari wakaf yang kita titipkan hari ini, lahir ulama yang akan menerangi dunia esok hari.

#MengalirkanPahalaMembangunUmat #WakafUang #BeasiswaKaderUlama #BadanWakafAlMuhajirin

Bagikan artikel ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *