
AL-MUHAJIRIN— Suasana penuh kekhusyukan dan kebersamaan menyelimuti Kampus Pusat Pondok Pesantren Al-Muhajirin di Jalan Veteran, Purwakarta, pada Rabu (11/6/2026).
Pengajian Guru Al-Muhajirin Pusat kali ini menghadirkan Dzikir Hadlroh Toriqoh Amiyah yang dipimpin langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muhajirin Pusat, KH. Rd. Marpu Muhidin Ilyas, MA. Kegiatan tersebut digelar untuk mengenang dan menghormati Maulana Al-Imam Al-Mujadid As-Sayyid Muhammad Madli Abdul Azaim QS.
Lantunan Dzikir yang Khusyuk
Acara diawali dengan lantunan dzikir yang khusyuk. Para peserta membaca istighfar, shalawat kepada Rasulullah SAW, Surah Al-Ikhlas, Surah Al-Falaq, Surah An-Nas, serta berbagai lafaz dzikir seperti “Allah Allah” dan “La ilaha illallah” secara berulang-ulang.
Suasana semakin khidmat dengan iringan hembusan napas dan irama hadlroh khas Toriqoh Amiyah yang mengiringi dzikir berjamaah.
Tausiyah: Jangan Tinggalkan Dzikir
Dalam tausiyahnya, KH Rd Marpu Muhidin Ilyas mengingatkan pentingnya dzikir sebagai jalan terdekat menuju Allah SWT (aqrabut thuruqi ilallah az-zikru). Beliau mengutip Imam Al-Ghazali bahwa bagi orang yang menjadikan dunia sebagai orientasi utama kehidupan, musibah paling ringan yang akan menimpanya adalah kehilangan halawatul munajah, yakni kelezatan bermunajat kepada Allah SWT.
“Jangan pernah tinggalkan dzikir, meskipun hanya dengan lisan. Karena hidayah dan taufik dari Allah bisa datang tiba-tiba kepada siapa saja yang istiqamah dalam berzikir.”
— KH Raden Marpu Muhidin Ilyas, MA
Beliau menegaskan bahwa dzikir bukan sekadar verbalisme. Meskipun pada awalnya dilakukan dengan lisan, menikmati kelezatan dzikir merupakan hasil dari latihan dan istiqamah yang panjang.
“Jangan menunggu datangnya kelezatan, tapi lakukan dzikir secara konsisten.”
Pesan tersebut beliau sampaikan dengan mengutip ajaran para ulama sufi tentang pentingnya kontinuitas amal.
Informasi Penerimaan Santri Baru
Dalam kesempatan yang sama, panitia juga menyampaikan perkembangan Penerimaan Santri Baru (PSB) tahun ajaran baru. Rekapitulasi calon santri tingkat SMP dan SMA disampaikan kepada para guru.
KH Raden Marpu berharap jumlah santri dapat memenuhi kapasitas kelas dan asrama yang telah disiapkan, sembari menyerahkan sepenuhnya hasil akhir kepada ketentuan dan takdir Allah SWT.
Penutup dan Doa Bersama
Acara ditutup dengan doa bersama dan pembacaan Al-Fatihah untuk seluruh guru, staf, karyawan, santri, serta para pendukung dan pecinta Pondok Pesantren Al-Muhajirin. Doa juga dipanjatkan agar Allah SWT melindungi pesantren dari segala keburukan, fitnah, dan rencana jahat, serta mengubah kebencian menjadi cinta dan dukungan yang tulus.
Kegiatan rutin Pengajian Guru ini diharapkan terus memperkuat spiritualitas para pendidik di lingkungan Pondok Pesantren Al-Muhajirin dalam mendidik generasi yang beriman, bertakwa, dan berakhlakul karimah. (*)
