Menjelang Perpulangan Mahasantri, Ibu Kiai Dra. Hj. Euis Marpuah, MA Amanahkan: Hidupkan Ilmu, Jaga Akhlak di Tengah Umat

Bagikan artikel ini:

AL-MUHAJIRIN— Suasana malam Ramadan 1447 H di lingkungan Asrama Mahasantri Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta terasa begitu hangat dan penuh makna. Usai pelaksanaan salat Tarawih, kegiatan rutin ba’da Tarawih kembali digelar dengan rangkaian kajian yang sarat nilai keilmuan dan spiritualitas. Kajian 40 Hadits seputar Ramadan, khotaman hadits, hingga khotaman Al-Qur’an menjadi bagian dari ikhtiar pesantren dalam memperkuat ruh keilmuan. Selasa, 10 Maret 2026

Tampak hadir ibu asrama mahasantri, para asatidzah seperti Ustadzah Hj. Cucu Suminar dan Ustadzah Apri, serta para mahasantri dan santri dari program tahfidz dan kajian kitab.

Kebersamaan yang terjalin menghadirkan suasana khidmat sekaligus haru, terlebih karena momen tersebut bertepatan dengan menjelang malam perpulangan santri ke rumah masing-masing.

Baca Juga:  Terapkan Disiplin, SD Plus 2 Al Muhajirin Sidak Uang Tunai dan Kedisiplinan Santri

Hadir pula Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta, Dra. Hj. Euis Marpuah, MA, yang memberikan amanat penuh makna kepada seluruh santri dan mahasantri.

Dalam penyampaiannya, beliau mengawali dengan ungkapan terima kasih yang mendalam kepada para orang tua santri. Kepercayaan yang telah diberikan kepada Al-Muhajirin untuk mendidik putra-putri mereka menjadi amanah besar yang terus dijaga dengan sepenuh hati.

Lebih dari sekadar proses belajar di dalam kelas dan lingkungan pesantren, Dra. Hj. Euis Marpuah menegaskan bahwa nilai utama dari pendidikan pesantren terletak pada pengamalan ilmu.

Beliau mengingatkan para santri agar tidak berhenti pada tahap memahami, tetapi mampu menghadirkan ilmu tersebut dalam kehidupan nyata, terutama saat kembali ke tengah masyarakat selama masa liburan.

Baca Juga:  Idarah Wustha Jatman Jawa Barat Masa Khidmah 2025-2030 Resmi Dilantik

“Ilmu yang diperoleh di pesantren harus hidup di tengah masyarakat. Jadikan masa libur sebagai ruang pengabdian, bukan sekadar waktu istirahat,” menjadi pesan yang tersirat kuat dalam amanat tersebut.

Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya menjaga nama baik Pondok Pesantren Al-Muhajirin. Setiap santri, menurutnya, adalah representasi dari lembaga. Oleh karena itu, perilaku, tutur kata, serta sikap dalam kehidupan sehari-hari harus mencerminkan nilai-nilai akhlakul karimah yang telah ditanamkan selama di pesantren.

Tidak hanya itu, para santri juga didorong untuk mulai belajar berdakwah di lingkungan masing-masing. Dakwah tidak harus selalu dalam bentuk ceramah besar, tetapi bisa dimulai dari hal-hal sederhana sesuai kemampuan. Menjadi teladan dalam ibadah, membantu kegiatan keagamaan di masjid atau majelis taklim, hingga menyampaikan kebaikan kepada lingkungan sekitar merupakan bagian dari dakwah yang nyata.

Baca Juga:  3 Aspek Penting Amanat Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd di Acara Pelantikan BEM Purwakarta

Momentum Ramadan juga menjadi perhatian khusus dalam amanat tersebut. Dra. Hj. Euis Marpuah mengajak seluruh santri untuk terus meningkatkan kualitas ibadah, tidak hanya selama bulan suci, tetapi juga setelahnya. Konsistensi dalam beribadah menjadi kunci utama dalam menjaga keberkahan ilmu dan kehidupan.

Malam itu, bukan sekadar penutup rangkaian kegiatan Ramadan di pesantren, melainkan juga menjadi titik awal perjalanan pengabdian para santri di tengah masyarakat. Dengan bekal ilmu, akhlak, dan semangat dakwah, para santri Al-Muhajirin diharapkan mampu menjadi agen kebaikan di mana pun mereka berada. (*)

Bagikan artikel ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *