Semarak “Potret Karim 2026” di Pesantren Ramadhan Al-Muhajirin 5: Menimba Ilmu, Mengasah Amal, Mengukir Akhlak

Bagikan artikel ini:

AL-MUHAJIRIN– Kegiatan Pesantren Ramadhan “Potret Karim 2026” di Pondok Pesantren Al-Muhajirin 5 berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme dari para santri. Program ini menjadi wadah pembinaan generasi muda untuk tidak hanya memperdalam ilmu agama, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak mulia di bulan suci Ramadhan.

Sejak awal kegiatan, para santri menunjukkan semangat luar biasa dalam mengikuti setiap rangkaian acara. Berbagai materi disajikan secara menarik dan interaktif, mulai dari pembelajaran bahasa Arab, hafalan mufrodat (kosakata), hingga praktik langsung dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menjadikan suasana belajar terasa menyenangkan sekaligus bermakna.

Tidak hanya fokus pada aspek akademik, kegiatan ini juga menyentuh sisi spiritual dan emosional santri. Dalam salah satu sesi, para santri diajak menyaksikan film pendek tentang keutamaan puasa. Dari tayangan tersebut, mereka belajar bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih kesabaran serta menumbuhkan rasa kasih sayang terhadap sesama.

Baca Juga:  Juara! PAUD RA Al-Muhajirin Purwakarta Borong Medali di Olimpiade OMNI Sains Indonesia 2025/2026

Suasana khidmat juga terasa saat para santri mempelajari adab dan doa-doa wudhu. Mereka diajarkan bahwa setiap tetesan air wudhu memiliki makna doa dan harapan agar anggota tubuh kelak bercahaya di hadapan Allah. Sebagai pesantren yang mengusung konsep ekologi, para santri juga dibiasakan menggunakan air secara bijak sebagai bentuk syukur terhadap nikmat alam.

Momentum Nuzulul Qur’an turut menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Para santri diajak untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an melalui tadarus dan pemahaman makna ayat. Harapannya, setiap ayat yang dibaca tidak hanya menjadi hafalan, tetapi juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga:  Resmi! Kementerian Agama RI Terbitkan Izin Program Studi Sarjana PGMI di STAI Al-Muhajirin Purwakarta

Dalam rangka melatih keberanian dan kemampuan berdakwah, santri juga mengikuti praktik kultum (kuliah tujuh menit). Kegiatan ini melatih mereka untuk tampil percaya diri menyampaikan pesan-pesan kebaikan di depan umum. Semangat para santri dalam berdakwah sejak dini menjadi salah satu potret positif dari kegiatan ini.

Selain itu, pembelajaran praktik ibadah seperti adzan dan iqomah juga menjadi bagian menarik. Santri laki-laki dilatih menjadi muadzin yang baik, sementara santri perempuan memahami pentingnya iqomah dalam memulai salat dengan khusyuk. Kegiatan ini bertujuan mencetak generasi yang cinta masjid dan taat beribadah.

Tak kalah menarik, sesi praktik tartil dan Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ) menjadi ajang bagi santri untuk mengasah kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an. Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini menjadi sarana memperkuat hubungan santri dengan kitab suci.

Baca Juga:  Tokoh Pendidik Penggiat Literasi Al-Muhajirin Purwakarta Raih Anugerah Parasamya Susastra Nugraha Indonesia 2025

Secara keseluruhan, “Potret Karim 2026” bukan hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga sarana pembentukan karakter, penguatan spiritual, dan pengembangan potensi santri. Dengan semangat kebersamaan dan lingkungan yang mendukung, para santri diharapkan dapat terus istiqomah dalam menuntut ilmu dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini pun menjadi bukti bahwa pendidikan berbasis pesantren mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia dan siap menjadi penerus umat di masa depan. (*)

Bagikan artikel ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *