
ALMUHJAIRIN— Peringatan Hari Perempuan Internasional 2026 menjadi momentum penting untuk mendorong penguatan peran perempuan dalam dunia pendidikan. Hal ini mengemuka dalam kegiatan gelar wicara bertema “Memperkuat Kepemimpinan Perempuan di Sektor Pendidikan” yang diselenggarakan oleh Program INOVASI bersama Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (AKSI), di Aula Graha Utama Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta, Rabu (11/3).
Kegiatan ini menghadirkan berbagai tokoh dan praktisi pendidikan nasional, serta para pemimpin sekolah dari berbagai daerah di Indonesia. Forum tersebut menjadi ruang diskusi strategis dalam memperkuat peran perempuan sebagai pemimpin di sektor pendidikan, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan belajar yang inklusif dan berkeadilan gender.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala MTs Al-Muhajirin Kampus Pusat sekaligus Ketua Kelompok Kerja Kepala MTs (KKMTs) Purwakarta, Dr. H. Amit Saepul Malik, M.Pd.I., turut hadir sebagai penanggap. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan perempuan memiliki posisi penting dalam membangun budaya sekolah yang sehat dan produktif.
“Kepemimpinan perempuan memiliki kontribusi besar dalam membangun budaya sekolah yang kolaboratif, empatik, serta berorientasi pada penguatan kualitas pembelajaran. Ia juga menilai bahwa dukungan kebijakan, penguatan kapasitas, dan kesempatan yang setara menjadi faktor penting dalam mendorong lahirnya lebih banyak pemimpin perempuan di dunia pendidikan,” ujar Dr. H. Amit dalam tanggapannya.
Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa praktik kepemimpinan berbasis kompetensi telah berjalan di lingkungan madrasah, di mana perempuan turut mengambil peran strategis dalam struktur manajerial.
“Di lingkungan madrasah, perempuan sudah banyak terlibat dalam struktur manajerial, seperti wakil kepala madrasah bidang kurikulum maupun kesiswaan. Ini menunjukkan bahwa kepemimpinan di madrasah didasarkan pada kompetensi.” tambahnya.
Diskusi dalam gelar wicara tersebut juga diisi dengan berbagi pengalaman, praktik baik, serta tantangan yang dihadapi perempuan dalam memimpin institusi pendidikan di berbagai daerah. Pertukaran gagasan ini diharapkan mampu menjadi inspirasi sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih setara dan inklusif.
Melalui kegiatan ini, Program INOVASI, Direktorat Jenderal GTK Kemendikdasmen, serta AKSI berharap dapat mendorong langkah nyata dalam memperluas partisipasi perempuan dalam kepemimpinan pendidikan. Dengan demikian, perempuan diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. (*)
