
AL-MUHAJIRIN— Puncak acara penutupan Haflah Nuzulul Qur’an 1447 H ditutup dengan tausiyah dari Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin, Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, M.A. Meski baru tiba dari perjalanan dan kegiatan lainnya, beliau tetap hadir untuk memberikan pesan kepada para santri.
Dalam tausiyahnya, beliau mengingatkan tentang keutamaan Lailatul Qadar serta pentingnya memperbanyak amal pada malam-malam terakhir Ramadan. Beliau menggambarkan kehidupan manusia sebagai gema dari amal perbuatannya. Apa yang dilakukan seseorang akan kembali kepada dirinya sendiri dalam bentuk balasan dari Allah.
Karena itu, beliau mengajak para santri untuk terus memperbanyak mujahadah, zikir, shalawat, sedekah, silaturahmi, serta menjaga keikhlasan dan istiqamah dalam beramal. Menurut beliau, pesantren pada hakikatnya adalah tempat berinvestasi amal.
Beliau juga mendoakan agar seluruh santri senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan rezeki bagi orang tua mereka, serta dipertemukan kembali di pesantren setelah libur Idul Fitri.
Malam Muwada’ah yang penuh haru pun menjadi penutup yang menyentuh. Acara ditutup dengan doa bersama, takbir, serta yel-yel semangat Al-Muhajirin yang menggema di lapangan. Bagi para santri, malam itu menjadi momentum perpisahan sementara sekaligus penguatan tekad untuk terus membawa Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. (*)
