
ALMUHAJIRIN– Pondok Pesantren Al-Muhajirin Kampus Pusat Purwakarta menjadi tuan rumah penutupan Safari Dakwah Ramadan Lembaga Dakwah (LD) PWNU Jawa Barat Volume 5 Tahun 2026 Zona 4. Acara berlangsung di Masjid Al-Muchtar, Kampus Pusat Al-Muhajirin, menjelang waktu berbuka puasa Ramadan 1447 H, Kamis 13 Maret 2026.
Hadir sebagai penceramah utama sekaligus pimpinan acara adalah Prof. Dr. K.H. Abun Bunyamin, M.A., Rois Syuriah PWNU Jawa Barat yang juga pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta.
Turut hadir K.H. Jamil Abdul Latif, Lc., M.E. selaku Ketua LD PWNU Jawa Barat beserta jajaran, serta K.H. Ade Fatahilah, S.Pd.I. sebagai Katib Syuriah PWNU Jawa Barat. Acara juga dihadiri Ketua Yayasan Al-Muhajirin yang sekaligus Ketua LP Ma’arif NU PWNU Jawa Barat Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd., serta santri, asatidz, dan undangan dari berbagai lembaga NU.
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Al-Muhajirin yang sekaligus Ketua LP Ma’arif NU PWNU Jawa Barat Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas kedatangan Syaikhuna Prof. Dr. K.H. Abun Bunyamin yang baru saja kembali dari tanah suci. Beliau sempat tertahan lima hari di Jeddah, namun langsung mendapat undangan ke Istana Kepresidenan pada hari yang sama tiba di Indonesia.
“Kami dari Pondok Pesantren Al-Muhajirin mohon maaf jika tidak bisa istikbal dengan sempurna, tetapi kami sangat bahagia bisa membersamai kebersamaan ini,” ujarnya.
Beliau juga menceritakan sejarah singkat pesantren yang didirikan 33 tahun lalu. Bermula dari rumah kecil di seberang jalan yang kini menjadi kompleks Travel Al-Muhajirin dan Pabrik Roti Rosan Al-Muhajirin, pesantren ini dimulai hanya dengan 17 anak yatim piatu (Laskar Yatim). Kini, Al-Muhajirin telah berkembang pesat menjadi 7 kampus dengan 6.000 santri yang mondok dan sekolah, mulai dari PAUD hingga Institut Teknologi Al-Muhajirin.
Selain pendidikan, pesantren ini juga kuat di bidang ekonomi syariah dengan berbagai unit usaha seperti laundry, konveksi, roti, catering, dan unit umrah-haji yang masih langsung dipegang Syaikhuna. Empat unit MBG juga telah dibangun di kampus 1, 2, 3, dan 5. Pesantren ini bahkan ditunjuk pemerintah untuk melatih 100 pesantren setiap tahun dalam program “One Product One Pesantren” dan meraih penghargaan nasional tiga tahun berturut-turut.
Ketua LD PWNU Jawa Barat, K.H. Jamil Abdul Latif, menyatakan bahwa acara ini sengaja dijadikan penutup seluruh rangkaian Safari Dakwah Ramadan 2026 sekaligus penutupan periode kepengurusan LDNU Jabar. Selama lima tahun terakhir, LDNU Jabar rutin melakukan “kukurilingan” silaturahim ke berbagai pesantren.
“Kami sengaja memilih Al-Muhajirin untuk penutupan agar bisa bertabaruk kepada pangersa Rais Syuriah. Mudah-mudahan keberkahan dari silaturahim ini mengalir bagi kita semua,” kata K.H. Jamil.
Ia juga melaporkan rencana kegiatan mendatang LDNU Jabar, yaitu Seminar Anti-Terorisme dan Radikalisme yang akan digelar 18 atau 19 April 2026 bekerja sama dengan BNPT dan Jenderal Dudung Abdurachman.
Sementara itu, dalam tausiahnya yang penuh hikmah, Syaikhuna Prof. Dr. K.H. Abun Bunyamin menekankan bahwa Ramadan bukan hanya bulan puasa, melainkan juga bulan doa. Beliau membagi doa menjadi tiga jenis: doa dengan lidah, doa dengan hati, dan doa dengan amal perbuatan.
“Doa dengan lidah terbatas, doa dengan hati sepanjang masa, tetapi yang paling utama adalah doa dengan amal. Contohnya, banyak orang kaya yang menangis haru setelah mewakafkan tanah untuk pesantren karena doa dan amalnya dikabulkan Allah,” ujar Syaikhuna.
Acara ditutup dengan doa bersama dan pengumuman buka puasa bersama di PWNU Jabar pada Minggu malam. Takjil dan makan malam disediakan bagi seluruh hadirin.
Acara ini menjadi momentum penting silaturahim dan tabarruk bagi seluruh pengurus PWNU Jawa Barat serta memperkuat semangat khidmah Nahdlatul Ulama di tengah masyarakat.
