Halal Bihalal Alumni Haji dan Umrah Al-Muhajirin, Hj Ifa Faizah: Istiqamah dalam Ilmu Jaga Kemabruran Sepanjang Hayat

Bagikan artikel ini:
Ketua Yayasan Al-Muhajirin, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd

ALMUHAJIRIN— Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti kegiatan Halal Bihalal Jamaah Pengajian Ahad Alumni Haji dan Umrah Pondok Pesantren Al-Muhajirin yang digelar di Masjid Al-Madinah Kampus 2 Sukamulya, Ahad (5/4/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh para alumni haji dan umrah Al-Muhajirin, jamaah pengajian rutin, serta masyarakat umum yang selama ini aktif mengikuti majelis ilmu.

Ketua Yayasan Al-Muhajirin, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Ramadan yang telah dilalui harus menjadi momentum untuk kembali kepada fitrah serta memperbaiki hubungan, baik dengan Allah maupun sesama manusia.

“Tidak terasa satu bulan Ramadan telah berlalu. Mudah-mudahan kita semua, dengan Ramadan yang telah dilalui, menjadi umat yang minal aidin wal faizin—kembali kepada Allah dalam keadaan suci, bersih sebagaimana saat dilahirkan. Semoga melalui Ramadan ini Allah menyucikan segala dosa-dosa kita. Amin ya rabbal ‘alamin. Dengan itu, kita semua menjadi umat yang bahagia dan meraih kesuksesan, baik di dunia maupun di akhirat.”

Baca Juga:  Disaksikan Ibunda, Kinara Semangat Jalani Ujian Tasmi' 1 Juz Sekali Duduk pada Juz 30 Al-Qur'an

Dalam kesempatan tersebut, Hj Ifa menyampaikan bahwa halal bihalal bukan sekadar tradisi, tetapi menjadi sarana penting untuk membersihkan hati dan memperbaiki hubungan antarsesama.

Beliau menyebut, banyak amal ibadah seseorang yang tertahan bukan karena kurangnya ibadah, tetapi karena persoalan hubungan dengan manusia.

“Aya hak-hak adami anu teu kasampeurkeun, aya rasa terzalimi, tersakiti. Eta sadayana tiasa ngahambat amal urang ka Allah,” jelasnya.

Karena itu, melalui halal bihalal, umat Islam diajak untuk saling memaafkan agar amal ibadah dapat diterima dengan sempurna.

“Insyaallah ku urang silih hampura, Allah oge muka panto hampura kanggo urang sadayana,” tambahnya.

Hj Ifa juga menyinggung bahwa halal bihalal merupakan kekhasan budaya Islam di Indonesia yang diwariskan oleh para ulama Nusantara.

“Memang di zaman Rasulullah tidak ada istilah halal bihalal, tapi ini termasuk tradisi baik yang membawa manfaat besar,” tuturnya.

Baca Juga:  Halal Bihalal dan Presentasi Makanan Tradisional di Hari Pertama Masuk Sekolah di SD Plus 2 Al-Muhajirin

Istiqamah dalam Majelis Ilmu

Lebih lanjut, Hj Ifa mengajak seluruh jamaah untuk tetap istiqamah dalam mengikuti majelis ilmu sebagai bagian dari menjaga kualitas ibadah, termasuk kemabruran haji dan umrah.

“Lamun urang niat salawasna neangan ilmu, insyaallah salawasna dicatet janten santri,” ujarnya.

Beliau juga mengutip hadis Rasulullah SAW,
“Man salaka ṭarīqan yaltamisu fīhi ‘ilman, sahhalallāhu lahu ṭarīqan ilal jannah,”
yang berarti siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.

Menurutnya, prinsip hidup seorang muslim adalah terus belajar dan mengajar.

“Amun teu keur diajar, keur ngajar. Jadi sepanjang hirup urang kudu tetep dina jalur ilmu,” katanya.

Al-Muhajirin sebagai Pusat Pendidikan Sepanjang Hayat

Dalam sambutannya, Hj Ifa juga menggambarkan komitmen Al-Muhajirin sebagai lembaga pendidikan yang melayani semua jenjang usia, mulai dari anak usia dini hingga lansia.

“Ti mimiti buaian dugi ka liang lahat, sadayana tiasa ngaji di Al-Muhajirin,” ungkapnya.

Baca Juga:  Ini Yang di Sampaikan Ketua STAI Al Muhajirin Purwakarta, di Acara Wisuda Sarjana Angkatan Ke IV

Beliau juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam menjaga generasi di tengah tantangan zaman, agar anak terhindar dari prilaku menyimpang.

“Zaman ayeuna luar biasa. Ieu tanggung jawab urang sadayana,” tegasnya.

Karena itu, pendidikan pesantren menjadi salah satu solusi dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda.

Di akhir sambutannya, Hj Ifa memohon doa untuk jamaah haji Al-Muhajirin yang akan berangkat tahun ini.

Sebanyak sekitar 70 jamaah dijadwalkan berangkat pada akhir April 2026.

“Mudah-mudahan sadayana dipaparin kasehatan, kalancaran, sareng janten haji anu mabrur,” ujarnya.

Beliau juga mengajak jamaah untuk terus menjaga kemabruran haji dan umrah melalui keistiqamahan dalam ibadah dan majelis ilmu.

Pengajian ditutup dengan saling bersalaman dan bermaaf-maafan antarjamaah, meneguhkan semangat ukhuwah serta harapan agar seluruh amal ibadah diterima oleh Allah SWT.

“Dengan silaturahmi, Allah panjangkan umur, luaskan rezeki, sareng sehatkan lahir batin,” pungkasnya. (*)

Bagikan artikel ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *