Sejuk Kebun, Hangat Iman: PLI Al-Muhajirin Hadirkan “Recharge” Ruhani di ABM Farm

Bagikan artikel ini:
Pesantren Lailatul Ijtima PLI Al-Muhajirin di ABM Farm Al-Muhajirin Kampus 5, Desa Gardu, Kiarapedes, Sabtu–Ahad, 25–26 April 2026.

AL-MUHAJIRIN — Udara pagi di ABM Farm Al-Muhajirin Kampus 5, Desa Gardu, Kiarapedes, terasa berbeda pada Sabtu–Ahad, 25–26 April 2026. Bukan hanya karena kesejukannya yang khas di kaki Gunung Burangrang, tetapi juga karena berkumpulnya hati-hati yang rindu didekatkan kembali kepada Al-Qur’an.

Pondok Pesantren Al-Muhajirin menggelar Pesantren Lailatul Ijtima (PLI), sebuah program pembinaan ruhani yang diikuti para jamaah. Kegiatan ini resmi dibuka oleh Ketua Yayasan Al-Muhajirin, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd, dengan penuh kehangatan dan harapan.

Selama dua hari, peserta tidak hanya diajak hadir secara fisik, tetapi juga diajak pulang—pulang kepada fitrah, kepada Al-Qur’an, kepada ketenangan jiwa yang sering kali hilang dalam rutinitas.

Hadir sebagai pemateri, Pengasuh Ponpes Al-Muhajirin Pusat, KH. R. Marpu Muhidin Ilyas, MA, yang memberikan tausiyah mendalam tentang pentingnya menjaga hubungan dengan Al-Qur’an. Turut membersamai, Ketua LTTQ Al-Muhajirin Dr. H. Cece Nurhikmah, M.Ag, Ketua Bidang Tahsin Ust. Oman Abdurrahman, S.Ud, serta Ust. Asep Rojali, S.Ud.

Baca Juga:  Al-Muhajirin Purwakarta Gelar Pesantren Lailatul Ijtima Spesial Bulan Rajab di ABM Farm: Menggali Rahasia Shalat Khusyuk
Pesantren Lailatul Ijtima PLI Al-Muhajirin di ABM Farm Al-Muhajirin Kampus 5, Desa Gardu, Kiarapedes, Sabtu–Ahad, 25–26 April 2026.

Materi yang disampaikan tidak berhenti pada teori. Ia meresap. Masuk perlahan. Menyentuh ruang-ruang hati yang mungkin lama tidak disapa.

Program yang dijalankan pun menyeluruh: mulai dari intensif tahsin Al-Qur’an, tadabur, qiyamul lail, muhasabah, hingga aktivitas fisik seperti berkebun dan olahraga. Sebuah perpaduan antara kekuatan ruhani dan jasmani.

Pesantren Lailatul Ijtima PLI Al-Muhajirin di ABM Farm Al-Muhajirin Kampus 5, Desa Gardu, Kiarapedes, Sabtu–Ahad, 25–26 April 2026.

Salah satu peserta mengungkapkan kesannya.

“Saya sungguh sangat menikmati acara ini. Banyak sekali hikmah dan pelajaran yang bisa diambil. Apa yang disampaikan para pemateri begitu meresap di hati kami. Kami sangat berbangga bisa mengikuti kegiatan ini. Semoga PLI terus diadakan setiap bulan agar semakin banyak yang terinspirasi.”

Ada getaran yang sama dari peserta lainnya. Namun ia merangkumnya dengan satu kata: recharge.

“Dua hari di bawah bimbingan LTTQ adalah momen recharge yang luar biasa bagi kami. Iman itu seperti tanaman—perlu disiram dan dipupuk. Di tengah sejuknya Kebun ABM, siraman itu kami dapatkan. Insyaa Allah kami pulang bukan hanya dengan iman yang lebih kuat, tapi juga imun yang meningkat.”

Kegiatan ini, tentu saja, lebih dari sebatas agenda. Ia adalah pengalaman. Tentang bagaimana manusia kembali menyusun ulang dirinya.

Baca Juga:  STAI Al-Muhajirin Purwakarta Resmi Buka Kuliah Pengabdian Umat Tahun 2025

Harapannya, PLI dapat menjadi program rutin yang terus berkelanjutan, agar semakin banyak umat yang merasakan manfaatnya—menemukan kembali ketenangan jiwa, menguatkan ikatan dengan Al-Qur’an, serta menumbuhkan semangat untuk istiqamah dalam kebaikan di tengah kehidupan sehari-hari.

Pesan pun mengalir, bukan hanya untuk panitia, tetapi juga untuk sesama peserta:

Menjaga apa yang sudah dibangun selama dua hari itu. Shalat berjamaah di awal waktu. Dzikir. Tilawah Al-Qur’an. Qiyamul lail. Jangan sampai redup ketika kembali ke rutinitas harian.

Baca Juga:  Yuyun Halimatul Adawiah: Guru, Penulis, dan Penggerak Literasi dari SMP Fullday Al-Muhajirin Purwakarta

PLI di Kebun Anas Bin Malik, di tengah alam yang tenang, jamaah belajar satu hal penting: bahwa iman, seperti tanaman, harus terus dirawat.

Dan di ABM Farm itu, banyak hati yang kembali menemukan airnya. (*)

Bagikan artikel ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *