Khutbatul Ikhtitam SD Plus 3 Al-Muhajirin, Ibu Kiai Hj. Euis Marfuah: Guru Harus Memahami Jiwa Anak dan Kondisi Keluarganya

Bagikan artikel ini:
Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin, Dra. Hj. Euis Marfuah, M.A., menyampaikan tausiyah dan doa dalam Khutbatul Ikhtitam Angkatan Pertama SD Plus 3 Al-Muhajirin

AL-MUHAJIRIN– Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin, Ibunda Dra. Hj. Euis Marfuah, M.A., menyampaikan nasihat sekaligus doa pada acara Khutbatul Ikhtitam Angkatan Pertama SD Plus 3 Al-Muhajirin. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan bahwa anak merupakan anugerah sekaligus investasi akhirat yang paling berharga bagi orang tua.

Mengawali nasihatnya, Ibunda Hj. Euis mengajak seluruh hadirin mensyukuri momentum bersejarah bagi para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan dasar mereka. Menurutnya, kelulusan bukanlah akhir perjalanan, melainkan langkah awal menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan lebih baik.

“Anak-anak ini adalah cikal bakal. Mudah-mudahan menjadi contoh yang terbaik dari yang terbaik. Mereka adalah aset bagi orang tua yang manfaat dan pahalanya tidak akan pernah terputus,” ujarnya.

Beliau menjelaskan bahwa keberadaan SD Plus 3 Al-Muhajirin juga merupakan bagian dari semangat hijrah yang menjadi ruh Al-Muhajirin. Dari lahirnya SD Plus 1, kemudian SD Plus 2, hingga SD Plus 3, semuanya menunjukkan ikhtiar untuk terus berkembang dan berpindah menuju kondisi yang lebih baik.

“Makna hijrah bukan sekadar pindah tempat, tetapi berpindah dari yang sudah baik menjadi lebih baik lagi,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ibunda Hj. Euis juga mengingatkan bahwa pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat. Ketiga unsur tersebut harus berjalan selaras agar proses pendidikan menghasilkan pribadi yang saleh dan berakhlak mulia.

Baca Juga:  Ponpes Al-Muhajirin Pusat Purwakarta Kembali Berangkatkan Santri Terbaiknya ke Universitas Al-Azhar Mesir

“Al-ummu madrasatul ula. Ibu adalah sekolah pertama dan utama bagi anak. Setelah itu sekolah dan masyarakat. Kalau sekolahnya baik tetapi lingkungan rumahnya tidak mendukung, maka pendidikan tidak akan berhasil secara maksimal,” katanya.

Beliau mengajak para orang tua untuk terus mendampingi pendidikan anak-anak setelah lulus dari SD. Mengutip firman Allah, faidza faraghta fanshab, beliau menegaskan bahwa setiap keberhasilan harus dilanjutkan dengan perjuangan berikutnya.

“Kalau sudah selesai satu urusan, lanjutkan dengan urusan berikutnya. Jangan berhenti belajar. Teruskan perjalanan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” pesannya.

Kepada para siswa, Ibunda Hj. Euis mendorong agar tetap menjaga hafalan Al-Qur’an, ilmu agama, dan kebiasaan baik yang telah ditanamkan selama belajar di SD Plus 3 Al-Muhajirin. Beliau bahkan mengajak para lulusan untuk mempertimbangkan melanjutkan pendidikan di lingkungan pesantren Al-Muhajirin agar pembinaan keagamaan dapat terus berlanjut.

Dalam tausiyahnya, beliau juga menyoroti pentingnya memahami potensi dan kecerdasan anak yang beragam. Menurutnya, setiap anak memiliki kelebihan yang berbeda-beda sehingga guru maupun orang tua tidak boleh mudah memberi label negatif kepada anak.

“Tidak ada anak yang bodoh. Ada yang unggul di bidang agama, matematika, seni, olahraga, atau bidang lainnya. Tugas guru dan orang tua adalah menemukan dan mengembangkan potensi yang Allah titipkan pada setiap anak,” ungkapnya.

Baca Juga:  KH. Rd. Marpu Muhidin Ilyas Terangkan Makna Halal Bihalal

Menurut Ibu Kiai Hj. Euis Marfuah, tugas guru tidak berhenti pada proses transfer ilmu di dalam kelas. Seorang pendidik juga harus memahami kondisi psikologis peserta didik, latar belakang keluarga, serta lingkungan tempat mereka tumbuh. Dengan memahami kehidupan anak secara menyeluruh, guru dapat menemukan akar persoalan yang dihadapi siswa dan memberikan pendampingan yang tepat.

Beliau mengisahkan pengalamannya saat menjadi guru dan pembimbing siswa. Pada masa itu, menurutnya, seorang guru tidak cukup hanya mengajar di ruang kelas, tetapi juga harus memahami kondisi keluarga peserta didiknya. Beliau mencontohkan ketika pernah mendapati seorang siswa kelas akhir tidak masuk sekolah menjelang ujian.

Karena merasa bertanggung jawab, beliau menempuh perjalanan dengan sepeda motor hingga ke wilayah pesisir Laut Cilamaya untuk mencari tahu penyebabnya. Setelah ditelusuri, ternyata siswa tersebut tidak hadir karena orang tuanya sedang sakit dan keluarga mereka mengalami kesulitan ekonomi.

Pengalaman itu membekas dalam dirinya sebagai pelajaran bahwa pendidikan tidak bisa dilepaskan dari kondisi kehidupan anak. Guru harus mengetahui latar belakang peserta didik, memahami keadaan keluarganya, bahkan jika perlu mendatangi rumah mereka untuk mengetahui persoalan yang sebenarnya.

Baca Juga:  Al Muhajirin Resmikan Masjid At Taufiq Allawi dan Pesantren Lansia Berbasis Agro di Kampus 5

“Seorang guru itu memang tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga sampai mengetahui bagaimana kondisi keluarganya. Guru harus memahami kejiwaan anak-anaknya dan juga kondisi orang tuanya,” tutur beliau.

Dengan memahami kondisi psikologis anak serta lingkungan keluarganya, guru dapat memberikan perhatian, motivasi, dan solusi yang tepat sehingga pendidikan benar-benar menyentuh kebutuhan peserta didik dan membantu mereka meraih masa depan yang lebih baik.

Menutup tausiyahnya, Ibunda Euis menyampaikan doa bagi seluruh siswa, guru, dan orang tua yang telah berjuang selama enam tahun perjalanan pendidikan di SD Plus 3 Al-Muhajirin.

Beliau berharap ilmu yang telah diperoleh menjadi ilmu yang bermanfaat, anak-anak tumbuh menjadi generasi saleh dan salehah, serta seluruh pengorbanan orang tua, guru, dan masyarakat dicatat Allah SWT sebagai amal jariyah yang pahalanya terus mengalir hingga akhir hayat.

“Mudah-mudahan apa yang telah disumbangkan, baik tenaga, pikiran maupun materi, menjadi sedekah jariyah dan deposito akhirat yang diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Semoga anak-anak kita menjadi putra-putri saleh yang kelak membawa keberkahan bagi orang tua, guru, agama, dan bangsa,” pungkasnya. (*)

Bagikan artikel ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *