Khutbatul Ikhtitam SD Plus Al-Muhajirin Pusat Angkatan ke-22, Ibu Kiai Hj. Euis Marfuah Ajak Wali Santri dan Lulusan Jadikan Tafakur sebagai Bekal Masa Depan

Bagikan artikel ini:
Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin, Dra. Hj. Euis Marfuah, M.A., menyampaikan tausiyah pada acara Khutbatul Ikhtitam SD Plus Al-Muhajirin Angkatan ke-22 di Bale Maya Datar, Purwakarta, Jumat (26/6/2026). Dalam tausiyahnya, beliau mengajak para lulusan, orang tua, dan guru untuk menjadikan tafakur sebagai sarana mengevaluasi perjalanan hidup, mensyukuri nikmat Allah SWT, serta mempersiapkan bekal terbaik bagi masa depan dan kehidupan akhirat.

AL-MUHAJIRIN– Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin, Dra. Hj. Euis Marfuah, M.A., mengajak para lulusan, orang tua, dan guru untuk menjadikan tafakur sebagai sarana mengevaluasi perjalanan hidup sekaligus mempersiapkan bekal terbaik menuju masa depan dan kehidupan akhirat. Pesan tersebut disampaikan dalam tausiyah pada acara Khutbatul Ikhtitam SD Plus Al-Muhajirin Angkatan ke-22 yang digelar di Bale Maya Datar, Purwakarta.

Mengawali tausiyahnya, Ibunda Hj. Euis Marfuah mengajak seluruh hadirin mensyukuri nikmat Allah SWT yang masih mempertemukan mereka dalam suasana penuh kebahagiaan di tahun baru Islam 1448 Hijriah.

“Mudah-mudahan tahun ini lebih baik daripada tahun yang lalu. Mudah-mudahan kedatangan kita Allah turunkan rahmat dan ampunan-Nya untuk diri kita, keluarga kita, dan seluruh kaum muslimin muslimat,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, beliau juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar SD Plus Al-Muhajirin yang telah menyelenggarakan kegiatan pelepasan siswa dengan baik serta mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Purwakarta yang memfasilitasi penggunaan tempat kegiatan.

Lebih jauh, Ibu Kiai Hj. Euis mengajak seluruh hadirin untuk merenungkan perjalanan panjang Pondok Pesantren Al-Muhajirin yang kini telah berusia lebih dari tiga dekade.

Baca Juga:  195 Siswa Kelas 9 SMP/MTs Al-Muhajirin Pusat Ikuti Quality Assurance 2026

Beliau mengenang masa-masa awal merintis pesantren bersama Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, MA hingga berkembang menjadi lembaga pendidikan yang menaungi berbagai unit pendidikan.

“Pesantren kita ini sudah berusia lebih dari 30 tahun. Saya suka mentafakuri bagaimana awalnya kita merintis Pondok Pesantren Al-Muhajirin, menggali tanah, merapikan tempat, hingga akhirnya berkembang seperti sekarang,” kenangnya.

Menurutnya, mengingat masa lalu bukanlah untuk larut dalam nostalgia, melainkan sebagai sarana evaluasi diri. Beliau mengutip firman Allah dalam Surah Al-Hasyr yang memerintahkan manusia memperhatikan apa yang telah dipersiapkan untuk hari esok.

“Pandanglah apa yang sudah kita lakukan pada masa lalu. Apakah itu sudah menjadi bekal untuk kehidupan kita nanti di akhirat?” ujarnya kepada para lulusan, guru, dan orang tua.

Beliau menegaskan bahwa enam tahun belajar di SD Plus Al-Muhajirin harus menjadi bekal yang bernilai, tidak hanya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, tetapi juga untuk kehidupan akhirat.

“Apakah enam tahun sekolah di Al-Muhajirin ini akan menjadi bekal untuk kehidupan kita nanti? Itu yang harus ditafakuri,” katanya.

Baca Juga:  SMA Fullday Al Muhajirin Buka Penerimaan Siswa Baru Tahun Pelajaran 2024-2025, Ini Alur Pendaftaran

Dalam tausiyahnya, Ibu Kiai Hj. Euis juga mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan seseorang bukan semata panjang usia, melainkan seberapa banyak amal baik yang dilakukan selama hidup. Beliau mencontohkan perjalanan dakwah Rasulullah SAW yang dalam waktu relatif singkat mampu memberikan pengaruh besar bagi dunia.

“Rasulullah berdakwah sekitar 23 tahun, tetapi dampaknya sampai ke seluruh dunia. Maka yang harus kita pikirkan adalah apa yang sudah kita lakukan dan apakah itu menjadi bekal untuk hari kemudian,” tuturnya.

Beliau kemudian menjelaskan pentingnya membangun kehidupan berdasarkan enam energi dasar yang dianugerahkan Allah kepada manusia. Energi pertama adalah tauhid atau keyakinan kepada Allah yang telah tertanam sejak alam ruh. Energi berikutnya adalah ilmu pengetahuan yang harus terus dicari sepanjang hayat.

Menurutnya, ilmu harus disertai amal saleh serta kebiasaan mengonsumsi makanan yang halal dan baik. Beliau juga menekankan pentingnya rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT.

“Kalau ingin sehat dan kuat, kejar ilmu, amalkan ilmu itu, biasakan yang halal dan baik, serta syukuri apa yang Allah berikan,” pesannya.

Baca Juga:  Sembilan Mahasiswa Program Beasiswa MuPi STAI Al-Muhajirin Purwakarta Sukses Raih Gelar Sarjana

Di hadapan para orang tua, Ibu Kiai Hj. Euis turut menegaskan pentingnya pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman. Beliau menjelaskan bahwa meskipun bernama SD Plus, kurikulum Al-Muhajirin sesungguhnya memuat banyak materi keagamaan seperti akidah, fikih, akhlak, bahasa Arab, serta pembelajaran Al-Qur’an.

Karena itu, beliau mengajak para wali santri untuk melanjutkan pendidikan anak-anak mereka di lingkungan Al-Muhajirin yang telah menyediakan jenjang pendidikan mulai dari pendidikan usia dini hingga perguruan tinggi.

“Kalau kalian pindah ke sekolah lain belum tentu bisa nyambung. Kami berharap masuk lagi ke Al-Muhajirin, ada SMP, ada Tsanawiyah, apalagi sambil mondok, akan mendapatkan pelajaran khusus di pondok pesantren,” ujarnya.

Menutup tausiyahnya, Ibu Kiai Hj. Euis Marfuah mendoakan seluruh lulusan agar menjadi generasi saleh dan salehah yang berilmu, berakhlak, serta mampu memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.

“Mudah-mudahan anak-anak kita menjadi putra-putri yang saleh dan salehah, diberikan ilmu yang bermanfaat, keberkahan dunia dan akhirat, serta terus istiqamah berada di jalan yang diridai Allah SWT,” pungkasnya. (*)

Bagikan artikel ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *